Sabtu, 03 Juli 2010

Cerpen "Sebuah Pilihan"

OLEH : Sulastinah

Aku adalah seorang wanita dengan segala kelemahanku dan seorang anak yang sayang pada kedua orang tua. Kenapa harus ada pilihan antara kau atau keluarga ku.
" Tuhan...kenapa kau berikan aku pilihan yang begitu menyakitkan, apa aku harus memilih dia, lelaki yang amat sangat aku sayangi dan yang selalu memberi aku kasih sayang tapi aku harus mengkhianati pengorbanan orang tua ku terutama ibuku yang selalu sabar mendoakan aku, tuhan...kenapa pilihan ini begitu berat, sakit, aku tak berdaya dan aku pun bersimpuh diatas sajadah mata lebam pikiran menerawang. Ya, Dina harus memilih dan ini pilihan yang menyakitkan untuk anak seusia nya, karna dia baru menginjak masa remaja. Dina pun mengambil ponsel nya dan menelpon lelaki yang amat dia sayang...
" Satya..aku mau ketemu di tempat biasa besok” Dina langsung menutup ponselnya.
Tiba lah hari itu, dimana dunia terasa berhenti jantung rasa nya copot, separuh hati sudah hancur Satya pun datang,
“ada apa Din, kenapa kamu gak sekolah......?” Tanya Satya
“Maafin aku Sat..., maafin aku..maafin aku kita harus pisah aku gak mau kamu kenapa-napa, aku gak mau hidup kamu berantakan, karna aku. Semalam papa memberi ku pilihan kamu atau keluarga ku, jika aku memilih mu papa akan bercerai dengan mama, aku harus gimana Satya dan papa pun mengancam kamu dan keluargamu tak akan di biarkan bahagia.”
“ kenapa..kenapa papa km bisa semarah itu..?” Tanya Satya lagi
“ Awalnya papa gak melarang untuk kita dekat, ada beberapa anak buah papa yang bilang kalo kamu masih menggunakan narkoba kamu tau kan papa orang terpandang disini dan papa yang selalu memerangi narkoba disini sekarang aku, aku harus berhubungan dengan pecandu seperti kamu itu yang membuat papa marah.”
“ Ya ..aku memang pecandu aku pernah bilangkan sama kamu dan aku sekarang berusaha untuk sembuh karna aku dapat semangat dari kamu Dina.
“Satya, aku sayang kamu dan aku tau kamu pasti akan berubah bukan saja untuk aku tapi untuk masa depan kamu”
“ Dina, aku sayang kamu lebih dari nyawaku masa depan kamu masih panjang, aku gak mau merusak nya ini adalah hasil dari perbuatan aku dan aku harus siap dina lupakan aku kejar cita-cita mu kembali pada orang tua mu aku janji aku akan jemput kamu bersama segala cita-cita kita berdua dan untuk kebahagian kita.” Dengan rasa cintanya yang dalam Satya mengantar dina pulang ia tak takut sedikit pun dengan apa yang akan terjadi nanti. Tiba dirumah dina, Satya menemui papa dina dengan nada yang keras papa dina memanggil anak buah nya untuk mengusir Satya.
Satya pun berkata "om..saya sayang pada dina makanya saya berani menghadap om, saya gak mau merusak masa depan dina karna saya tau om sangat sayang sama dina saya janji om saya akan buktikan kalo saya akan menjadi seseorang yang om mau dan dina mau.”
“Baiklah, om tunggu janji itu, jawab papa dina dengan datar Satya pun pergi begitu saja dengan hatinya yang sakit dan tekad yang kuat untuk menepati janji nya pada dina dan papanya.
Sudah 2 bulan berlalu tak ada kabar dari Satya ponselnya pun tak bisa di hubungi hati dina cemas dan kalut. 5 bulan hingga 2 tahun berlalu mesti terlihat dina sudah melupakan semua nya tapi tidak dalam hati kecil nya sosok Satya tetap ada hinga 3 tahun berlalu kini dina adalah seorang mahasiswi tiba-tiba, ada sms..
" Hai dina apa kabar , aku tau kamu baik-baik saja dan aku sekarang di kampus kamu aku tunggu kamu di parkiran campus dekat kantin, dina pun bingung dan ia pun bergegas untuk pergi ketempat itu. Wajah dina pucat, senyum nya pecah, butiran air matapun tumpah di pipi nya, ia berlari ketempat dimana sesorang yang selama ini dia rindukan itu bediri dan menyambutnya dengan pelukan hangat.
“Satya....a..a..apa kabar?” dengan terbata-bata dina bicara,,
“kamu kemana aja, kamu ada di mana, kenapa tidak pernah menghubungi aku, apa salah aku...?” semua petanyaan yang selama ini ada di otak dina tertumpah kan dengan tenang Satya menjawab
“Aku ada dina di setiap langkah kaki mu aku ada aku tau dina kamu ke mana dan dengan siapa karna aku selalu ada di hati kamu dan sekarang aku datang untuk menjawab semua kegundahan hati kamu, aku mau jemput kamu dengan mimpi-mimpi kita dulu dina, ini semua kulakukan untuk kamu, dan karna kamu aku mendapat semua ini. Aku mau kerumah kamu dina mau ketemu papa kamu dan membuktikan janjiku pada nya karna manusia pasti punya titik di mana ia akan menumpuh kebahagian nya dan ini adalah bukti cintaku pada mu dina, cinta yang tulus...”
Satyapun mengantar dina pulang kerumahnya dan, sangat terkejutnya mereka berdua karna kedatangan mereka disambut dengan hangat oleh keluarga dina.
“ Bagus Satya, kamu telah menepati janjimu, kata papa Dina dengan bangganya
“ om, saya kesini juga, ingin melamar dina,” jawab Satya dengan lirihiya,
“ Baiklah, om restui tapi jangan sampai kamu mengecewakan Dina ya, jawab papa dina dengan senyum sambil merestuinya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar